Banyak yang percaya bahwa dahulu kala ada kerajaan maritim yang luas
yang terletak di salah satu samudera terluas di dunia. Pengaruhnya
demikian besar, sehingga sisa kebudayaan dan warisannya bisa ditemukan
diseluruh dunia hingga saat ini. Tafsiran arkeologis menyebutkan bahwa
kerajaan maritim yang disebut Atlantis itu terletak di laut Mediterania
Barat, ada pula yang berbeda pendapat dengan menyebut pusatnya di Costa
Rika dan Antartika. Namun bagi orang yang skpetic, atlantis hanya ada di
pikiran penulis dan pemikir kreatif, menurut mereka kerajaan itu
hanyalah imajinasi belaka.
Apakah Atlantis hanyalah sebuah Mitos? ataukah seperti kota kuno Troy
yang saat ini telah ditemukan setelah berabad-abad hanya dianggap
sebagai Kerajaan khayalan dari Filsuf Hommer?
Atlantis merupakan kota hilang yang paling terkenal dan paling dicari
sepanjang sejarah. Kepopulerannya bahkan melebihi kota-kota hilang yang
lainnya seperti Sodom dan Gomora yang juga sampai saat ini masih dicari
sisa-sisa reruntuhannya.
Tak dipungkiri lagi, selama 3 millenium manusia terpesona terhadap
cerita Atlantis. Pada abad 4 SM, Filsuf Yunani Plato yang dianggap
pemikir paling hebat pada masanya, menulis sejarah benua hilang yang
legendaris ini. Namun sayang, asal-usul pasti legenda Atlantis boleh
dikatakan tidak jelas. Menurut suatu kisah, cerita mengenai Atlantis
diceritakan ke Plato oleh Sokrates dan seorang penyair bernama Solon
yang mendengar tentang budaya hilang itu dari seorang pendeta Mesir.
Di dalam Timeus dan Critias, Plato menuliskan kedua dialog yang ia
curahkan tentang Atlantis dengan gambaran yang detil dan komprehensif.
Kata-katanya yang fasih berfungsi sebagai peta yang digunakan sebagai
petunjuk oleh para penjelajah tangguh yang bertekad mencari sisa-sisa
kerajaan ini. Berikut cuplikan terjemahan catatan Plato mengenai
Atlantis dalam Timeus dan Critias:
"Pulau Atlantis ada di laut. Berhadapan dengan pilar Herkules. Dan
wilayahnya lebih besar dari Libya dan Asia yang disatukan. Di tengah
bagian terpanjangnya, disebelah laut ada daratan persegi panjang luas.
Dikelilingi oleh pegunungan, dan lebih tinggi dari permukaan laut.
Mengandung gunung berapi, dan sering terkena gempa dan banjir. Gunungnya
menganung emas, perak, tembaga, dan timah. Dan gabungan alami dari emas
dan tembaga yang disebut orichalcum.
Daratan itu memiliki sistem kanal yang besar dan kecil, juga mata air
dingin dan panas alami. Tanahnya subur dan hasil panennya melimpah. Di
dataran itu ada ibukota yang dikelilingi oleh bidang konsentris. Kota
itu diliputi tembok batu merah, putih, dan hitam."
 |
| Lihat pada gambar,Menurut Kisah dari Plato,disitulah letak dari Benua Atlantis |
Legenda yang berkisah tentang "Atlantis", pertama kali ditemui dalam karangan filsafat Yunani kuno:
Dua buah catatan dialog Plato (427-347 SM) yakni: buku Critias dan Timaeus.
Pada buku Timaeus, Plato berkisah: Di hadapan "Selat Mainstay Haigelisi,
ada sebuah pulau yang sangat besar, dari sana kalian dapat pergi ke
pulau lainnya, di depan pulau-pulau itu adalah seluruhnya daratan yang
dikelilingi laut samudera, itu adalah kerajaan Atlantis. Ketika itu
Atlantis baru akan melancarkan perang besar dengan Athena, namun di luar
dugaan Atlantis tiba-tiba mengalami gempa bumi dan banjir, tidak sampai
sehari semalam, tenggelam sama sekali di dasar laut. negara besar yang
mempunyai peradaban tinggi itupun lenyap dalam semalam."
Satu bagian dalam dialog buku Critias, tercatat kisah Atlantis yang dikisahkan oleh adik sepupu Critias.
Critias adalah murid dari ahli filsafat Socrates , tiga kali ia
menekankan keberadaan Atlantis dalam dialog.Kisahnya berasal dari cerita
lisan Joepe yaitu moyang lelaki Critias, sedangkan Joepe juga
mendengarnya dari seorang penyair Yunani bernama Solon ( 639-559 SM).
Solon adalah yang paling bijaksana di antara 7 mahabijak Yunani kuno,
suatu kali ketika Solon berkeliling Mesir, dari tempat pemujaan makam
leluhur mengetahui legenda Atlantis. Catatan dalam dialog, secara garis
besar seperti berikut ini:
"Ada sebuah daratan raksasa di atas Samudera Atlantik arah barat Laut
Tengah yang sangat jauh, yang bangga dengan peradabannya yang
menakjubkan. Ia menghasilkan emas dan perak yang tak terhitung
banyaknya: istana dikelilingi oleh tembok emas dan dipagari oleh dinding
perak. Dinding tembok dalam istana bertakhtakan emas,cemerlang dan
megah. Di sana, tingkat perkembangan peradabannya memukau orang.
Memiliki pelabuhan dan kapal dengan perlengkapan yang sempurna, juga ada
benda yang bisa membawa orang terbang. Kekuasaannya tidak hanya
terbatas di Eropa, bahkan jauh sampai daratan Afrika. Setelah dilanda
gempa dahsyat,tenggelamlah ia ke dasar laut beserta peradabannya, juga
hilang dalam ingatan orang-orang."
 |
| ATLANTIS digambarkan sebagai peradaban dengan tingkat kemajuan
teknologi yang tinggi.Konon,Pesawat Terbang,Pendingin ruangan,batu
baterai,dll telah ada pada masa itu |
Penyelidikan Arkeolog
Menurut perhitungan versi Plato, waktu tenggelamnya kerajaan Atlantis,
kurang lebih 11.150 tahun silam. Plato pernah beberapa kali mengatakan,
keadaan kerajaan Atlantis diceritakan turun-temurun. Sama sekali bukan
rekaannya sendiri. Plato bahkan pergi ke Mesir minta petunjuk biksu dan
rahib terkenal setempat waktu itu. Guru Plato yaitu Socrates ketika
membicarakan tentang kerajaan Atlantis juga menekankan, karena hal itu
adalah nyata, nilainya jauh lebih kuat dibanding kisah yang direkayasa.
Jika semua yang diutarakan Plato memang benar-benarnyata, maka sejak
12.000 tahun silam, manusia sudah menciptakan peradaban. Namun di
manakah kerajaan Atlantis itu? Sejak ribuan tahun silam orang-orang
menaruh minat yang sangat besar terhadap hal ini. Hingga abad ke-20
sejak tahun 1960-an, laut Bermuda yang terletak di bagian barat Samudera
Atlantik, di kepulauan Bahama, dan laut di sekitar kepulauan Florida
pernah berturut-turut diketemukan keajaiban yang menggemparkan dunia.
*Suatu hari di tahun 1968, kepulauan Bimini di sekitar Samudera Atlantik
di gugusan Pulau Bahama, laut tenang dan bening bagaikan kaca yang
terang, tembus pandang hingga ke dasar laut. Beberapa penyelam dalam
perjalanan kembali ke kepulauan Bimini, tiba-tiba ada yang menjerit
kaget. Di dasar laut ada sebuah jalan besar! Beberapa penyelam secara
bersamaan terjun ke bawah, ternyata memang ada sebuah jalan besar
membentang tersusun dari batu raksasa. Itu adalah sebuah jalan besar
yang dibangun dengan menggunakan batu persegi panjang dan poligon, besar
kecilnya batu dan ketebalan tidak sama, namun penyusunannya sangat
rapi, konturnya cemerlang. Apakah ini merupakan jalan posnya kerajaan
Atlantis?
*Awal tahun '70-an, sekelompok peneliti telah tiba di sekitar kepulauan
Yasuel, Samudera Atlantik. Mereka telah mengambil inti karang dengan
mengebor pada kedalaman 800 meter di dasar laut, atas ungkapan ilmiah,
tempat itu memang benar-benar sebuah daratan pada 12.000 tahun silam.
Kesimpulan yang ditarik atas dasar teknologi ilmu pengetahuan, begitu
mirip seperti yang dilukiskan Plato! Namun, apakah di sini tempat
tenggelamnya kerajaan Atlantis?
*Tahun 1974, sebuah kapal peninjau laut Uni Soviet telah membuat 8
lembar foto yang jika disarikan membentuk sebuah bangunan kuno mahakarya
manusia! Apakah ini dibangun oleh orang Atlantis?
*Tahun 1979, ilmuwan Amerika dan Perancis dengan peranti instrumen yang
sangat canggih menemukan piramida di dasar laut "segitiga maut" laut
Bermuda. Panjang piramida kurang lebih 300 meter, tinggi kurang lebih
200 meter, puncak piramida dengan permukaan samudera hanya berjarak 100
meter, lebih besar dibanding piramida Mesir. Bagian bawah piramida
terdapat dua lubang raksasa, air laut dengan kecepatan yang menakjubkan
mengalir di dasar lubang.
Piramida besar ini, apakah dibangun oleh orang-orang Atlantis? Pasukan
kerajaan Atlan pernah menaklukkan Mesir, apakah orang Atlantis membawa
peradaban piramida ke Mesir? Benua Amerika juga terdapat piramida,
apakah berasal dari Mesir atau berasal dari kerajaan Atlantis?
*Tahun 1985, dua kelasi Norwegia menemukan sebuah kota kuno di bawah
areal laut "segitiga maut". Pada foto yang dibuat oleh mereka berdua,
ada dataran, jalan besar vertikal dan horizontal serta lorong, rumah
beratap kubah, gelanggang aduan (binatang), kuil,bantaran sungai dll.
Mereka berdua mengatakan: "Mutlak percaya, yang kami temukan adalah
Benua Atlantik! Sama persis seperti yang dilukiskan Plato!" Benarkah
itu?
Yang disayangkan, piramida dasar laut segitiga Bermuda, berhasil
diselidiki dari atas permukaan laut dengan menggunakan instrumen
canggih, hingga kini belum ada seorang pun ilmuwan dapat memastikan
apakah sebuah bangunan yang benar-benar dibangun oleh tenaga manusia,
sebab mungkin saja sebuah puncak gunung bawah air yang berbentuk limas.
Foto peninggalan bangunan kuno di dasar laut yang diambil tim ekspedisi
Rusia, juga tidak dapat membuktikan di sana adalah bekas tempat kerajaan
Atlantis. Setelah itu ada tim ekspedisi menyelam ke dasar samudera
jalan batu di dasar lautan Atlantik Pulau Bimini, mengambil sampel
"jalan batu" dan dilakukan penelitian laboratorium serta dianalisa.
Hasilnya menunjukkan, bahwa jalan batu ini umurnya belum mencapai 10.000
tahun. Jika jalan ini dibuat oleh bangsa kerajaan Atlantis,
setidak-tidaknya tidak kurang dari 10.000 tahun. Mengenai foto yang
ditunjukkan kedua kelasi Norwegia itu, hingga kini pun tidak dapat
membuktikan apa-apa.
Satu-satunya kesimpulan tepat yang dapat diperoleh adalah benar ada
sebuah daratan yang karam di dasar laut Atlantik. Jika memang benar di
atas laut Atlantik pernah ada kerajaan Atlantis, dan kerajaan Atlantis
memang benar tenggelam di dasar laut Atlantik, maka di dasar laut
Atlantik pasti dapat ditemukan bekas-bekasnya. Hingga saat ini, kerajaan
Atlantis tetap merupakan sebuah misteri sepanjang masa.
Pernah sekitar thn 2003 lalu, nonton acara di Metro TV yang judulnya
Ultimate 10,pada saat itu membahas 10 Tempat Paling Misterius di
Dunia,dan ternyata Atlantis duduk pada urutan pertama diatas Misteri
Segitiga Bermuda dan Danau Loch (baca artikelku sebelumnya).Dari situ aq
baru tahu,klo Atlantis memang Tempat Misterius nomor satu yang membuat
orang-orang di dunia penasaran setengah mati.Pada saat penayangan
Atlantis,diputar sebuah film dokumenter mengenai pelacakan benua yang
hilang tersebut oleh para tim arkeolog.Dan benar,dari apa yang aq
saksikan didasar laut perairan dangkal Karibia ditemukan semacam jalan
setapak yang sangat panjang dengan struktur yang sangat modern.Selain
itu,diperairan tsb juga ditemukan semacam bekas-bekas bangunan yang
telah hancur!ya amplop,benarkah benua Atlantis itu pernah ada
sebelumnya?
LEMURIA
Mungkin sebagian teman-teman sudah banyak mendengar kisah tentang
Atlantis,kalau kisah Lemuria pernah belum?Kalau belum,ada baiknya kita
menyimak sekelumit kisah yang aq uraikan di bawah ini,semoga bermanfaat.
Oh iya,artikel dibawah hanya mengacu pada satu versi saja,sedangkan
versi mengenai kisah dari Lemuria sendiri sangatlah banyak,jadi jangan
bingung apabila kisah yang aq uraikan dibawah sedikit berbeda kisah
dengan versi yang mungkin teman-teman pernah baca sebelumnya.
 |
| Coba perhatikan Map diatas,menurut beberapa versi,disitulah letak dari Benua Lemuria/Mu |
Lemuria/Mu merupakan peradaban kuno yg muncul terlebih dahulu sebelum
peradaban Atlantis.Para peneliti menempatkan era peradaban Lemuria
disekitar periode 75000 SM - 11000 SM.Jika kita lihat dari periode
itu,Bangsa Atlantis dan Lemuria seharusnya pernah hidup bersama selama
ribuan tahun lamanya.
Gagasan Benua Lemuria terlebih dahulu eksis dibanding peradaban Atlantis
dan Mesir Kuno dapat kita peroleh penjelasannya dari sebuah karya
Augustus Le Plongeon (1826-1908),seorang peneliti dan penulis pada abad
ke -19 yang mengadakan penelitian terhadap situs2 purbakala peninggalan
Bangsa Maya di Yucatan.
Informasi tsb diperoleh setelah keberhasilannya menterjemahkan beberapa lembaran catatan kuno peninggalan Bangsa Maya.
Dari hasil terjemahan,diperoleh beberapa informasi yang menunjukkan
hasil bahwa Bangsa Lemuria memang berusia lebih tua daripada peradaban
nenek moyang mereka (Atlantis).Namun dikatakan juga,bahwa mereka pernah
hidup dalam periode waktu yang sama, sebelum kemudian sebuah bencana
gempa bumi dan air bah dasyat meluluh lantahkan dan menenggelamkan kedua
peradaban maju masa silam tersebut.
Hingga saat ini,letak dari Benua Lemuria pada masa silam masih menjadi
sebuah kontroversi,namun berdasarkan bukti arkeologis dan beberapa teori
yang dikemukakan oleh para peneliti,kemungkinan besar peradaban tsb
berlokasi di Samudera Pasifik (disekitar Indonesia sekarang).
Banyak arkeolog memepercayai bahwa Easter Island yang misterius itu
merupakan bagian dari Benua Lemuria.Hal ini jika dipandang dari ratusan
patung batu kolosal yang mengitari pulau dan beberapa catatan kuno yang
terukir pada beberapa artifak yang mengacu pada bekas-bekas peninggalan
peradaban maju pada masa silam.(artikel Easter Island juga dapat dibaca
di blog ini)
Mitologi turun temurun para suku Maori dan Samoa yang menetap
dipulau-pulau disekitar Samudera Pasifik juga menyebutkan bahwa dahlulu
kala pernah ada sebuah daratan besar besar di Pasifik yang yang hancur
diterjang oleh gelombang pasang air laut dasyat (tsunami),namun
sebelumnya bangsa mereka telah hancur terlebih dahulu akibat peperangan.
Keadaan Lemuria sendiri digambarkan sangat mirip dengan peradaban
Atlantis,memiliki tanah yang subur,masyarakat yang makmur dan penguasaan
terhadap beberapa cabang ilmu pengetahuan yang mendalam.
faktor-faktor tersebut tentunya menjadi sebuah landasan pokok bagi
Bangsa Lemuria untuk berkembang pesat menjadi sebuah peradaban yang maju
dan memiliki banyak ahli/ilmuwan yang dapat menciptakan suatu trobosan
baru dalam Ilmu pengetahuan dan Teknologi mereka.
Seperti banyak dikemukakan oleh beberapa pakar spiritual dan arkeologi
,bahwa bangsa Lemurian dan Atlantean menggunakan crystal secara intensif
dalam kehidupan mereka.
Edgar Cayce,Seorang spiritualis Amerika melalui channelingnya berkali2 mengungkapkan hal yang sama.
Kuil2 Lemuria dan Atlantis menempatkan sebuah crystal generator raksasa
yang dikelilingi crystal2 lain, baik sebagai sumber tenaga maupun guna
berbagai penyembuhan.
Banyak info mengenai atlantis dan lemurian diperoleh dengan men-channel
crystal2 'old soul' yang pernah digunakan pada kedua jaman ini.
 |
| Beberapa Monument Batu misterius yang berhasil ditemukan dibawah
perairan Yonaguni,Jepang,mungkinkah monument2 ini merupakan sisa-sisa
dari peradaban Lemuria? |
Namun, berbeda dengan bangsa Atlantis yang lebih mengandalkan
fisik,teknologi dan gemar berperang,Bangsa Lemuria justru dipercaya
sebagai manusia-manusia dengan tingkat evolusi dan spiritual yang
tinggi,sangat damai dan bermoral.
Menurut Edgar Cayce,munculnya Atlantis sebagai suatu peradaban super
power pada saat itu (kalau sekarang mirip Amerika Serikat begitulah)
membuat mereka sangat ingin menaklukkan bangsa-bangsa
didunia,diantaranya Yunani dan Lemuria yang dipandang oleh para
Atlantean sebagai peradaban yang kuat.
Berbekal peralatan perang yang canggih serta strategi perang yang
baik,invansi Atlantis ke Lemuria berjalan seperti yang diharapkan.
Karena sifat dari Lemurian yang menjunjung tinggi konsep
perdamaian,mereka tidak dibekali dengan teknologi perang secanggih
bangsa Atlantean,sehingga dalam sekejap,Lemuria pun jatuh ketangan
Atlantis.
Para Lemurian yang berada dalam kondisi terdesak,ahirnya banyak
meninggalkan bumi untuk mencari tempat tinggal baru di planet lain yang
memiliki karakteristik mirip bumi,mungkin keberadaan mereka saat ini
belum kita ketahui.
Mungkin kisah para Lemurian yang meninggalakan bumi untuk menetap
diplanet lain ini sedikit tidak masuk akal,tapi perlu kita ketahui bahwa
teknologi mereka pada saat itu sudah sangat maju,penguasaan teknologi
penjelajahan luar angkasa mungkin telah dapat mereka realisasikan
dijauh2 hari.Tentunya penguasaan teknologi yang sama pada era peradaban
kita ini,belum bisa disandingkan dengan kemajuan teknologi yang mereka
ciptakan.(Baca artikel Piri Reis Map sebagai bahan pertimbangan).
Dari sekelumit kisah yang aq uraikan diatas,dapat ditarik kesimpulan
bahwa para Lemurian tidak musnah oleh bencana gempa bumi dan air bah
seperti yang dialami oleh para Atlantean,namun karena peranglah yang
membuat sebagain dari mereka berguguran.
Sementara semenjak kekalahannya oleh bangsa Atlantis,otomatis wilayah
Lemuria dikuasai oleh para Atlantean,sampai saat ahirnya daratan itu
diterpa oleh bencana yang sangat dasyat yang kemudian menenggelamkannya
bersama beberapa daratan lainnya,termasuk diantaranya Atlantis itu
sendiri.
BENUA ATLANTIS (Ternyata) INDONESIA
Oleh Prof. Dr. H. PRIYATNA ABDURRASYID, Ph.D.
MUSIBAH alam beruntun dialami Indonesia. Mulai dari tsunami di Aceh
hingga yang mutakhir semburan lumpur panas di Jawa Timur. Hal itu
mengingatkan kita pada peristiwa serupa di wilayah yang dikenal
sebagai Benua Atlantis. Apakah ada hubungan antara Indonesia dan
Atlantis?
Plato (427 - 347 SM) menyatakan bahwa puluhan ribu tahun lalu terjadi
berbagai letusan gunung berapi secara serentak, menimbulkan gempa,
pencairan es, dan banjir. Peristiwa itu mengakibatkan sebagian
permukaan bumi tenggelam. Bagian itulah yang disebutnya benua yang
hilang atau Atlantis.
atlantis-indonesia-map.jpgPenelitian mutakhir yang dilakukan oleh Aryso Santos, menegaskan bahwa
Atlantis itu adalah wilayah yang sekarang disebut Indonesia. Setelah
melakukan penelitian selama 30 tahun, ia menghasilkan buku Atlantis,
The Lost Continent Finally Found, The Definitifve Localization of
Plato’s Lost Civilization (2005). santos-atlantis.jpgSantos menampilkan 33 perbandingan,
seperti luas wilayah, cuaca, kekayaan alam, gunung berapi, dan cara
bertani, yang akhirnya menyimpulkan bahwa Atlantis itu adalah
Indonesia. Sistem terasisasi sawah yang khas Indonesia, menurutnya,
ialah bentuk yang diadopsi oleh Candi Borobudur, Piramida di Mesir,
dan bangunan kuno Aztec di Meksiko.
Konteks Indonesia
Bukan kebetulan ketika Indonesia pada tahun 1958, atas gagasan Prof.
Dr. Mochtar Kusumaatmadja melalui UU no. 4 Perpu tahun 1960,
mencetuskan Deklarasi Djoeanda. Isinya menyatakan bahwa negara
Indonesia dengan perairan pedalamannya merupakan kesatuan wilayah
nusantara. Fakta itu kemudian diakui oleh Konvensi Hukum Laut
Internasional 1982. Merujuk penelitian Santos, pada masa puluhan ribu
tahun yang lalu wilayah negara Indonesia merupakan suatu benua yang
menyatu. Tidak terpecah-pecah dalam puluhan ribu pulau seperti halnya
sekarang.
Santos menetapkan bahwa pada masa lalu itu Atlantis merupakan benua
yang membentang dari bagian selatan India, Sri Lanka, Sumatra, Jawa,
Kalimantan, terus ke arah timur dengan Indonesia (yang sekarang)
sebagai pusatnya. Di wilayah itu terdapat puluhan gunung berapi yang
aktif dan dikelilingi oleh samudera yang menyatu bernama Orientale,
terdiri dari Samudera Hindia dan Samudera Pasifik.
Teori Plato menerangkan bahwa Atlantis merupakan benua yang hilang
akibat letusan gunung berapi yang secara bersamaan meletus. Pada masa
itu sebagian besar bagian dunia masih diliput oleh lapisan-lapisan es
(era Pleistocene) . Dengan meletusnya berpuluh-puluh gunung berapi
secara bersamaan yang sebagian besar terletak di wilayah Indonesia
(dulu) itu, maka tenggelamlah sebagian benua dan diliput oleh air asal
dari es yang mencair. Di antaranya letusan gunung Meru di India
Selatan dan gunung Semeru/Sumeru/ Mahameru di Jawa Timur. Lalu letusan
gunung berapi di Sumatera yang membentuk Danau Toba dengan pulau
Somasir, yang merupakan puncak gunung yang meletus pada saat itu.
Letusan yang paling dahsyat di kemudian hari adalah gunung Krakatau
(Krakatoa) yang memecah bagian Sumatera dan Jawa dan lain-lainnya
serta membentuk selat dataran Sunda.
Atlantis berasal dari bahasa Sanskrit Atala, yang berarti surga atau
menara peninjauan (watch tower), Atalaia (Potugis), Atalaya (Spanyol).
Plato menegaskan bahwa wilayah Atlantis pada saat itu merupakan pusat
dari peradaban dunia dalam bentuk budaya, kekayaan alam,
ilmu/teknologi, dan lain-lainnya. Plato menetapkan bahwa letak
Atlantis itu di Samudera Atlantik sekarang. Pada masanya, ia
bersikukuh bahwa bumi ini datar dan dikelilingi oleh satu samudera
(ocean) secara menyeluruh.
Ocean berasal dari kata Sanskrit ashayana yang berarti mengelilingi
secara menyeluruh. Pendapat itu kemudian ditentang oleh ahli-ahli di
kemudian hari seperti Copernicus, Galilei-Galileo, Einstein, dan
Stephen Hawking.
Santos berbeda dengan Plato mengenai lokasi Atlantis. Ilmuwan Brazil
itu berargumentasi, bahwa pada saat terjadinya letusan berbagai gunung
berapi itu, menyebabkan lapisan es mencair dan mengalir ke samudera
sehingga luasnya bertambah. Air dan lumpur berasal dari abu gunung
berapi tersebut membebani samudera dan dasarnya, mengakibatkan tekanan
luar biasa kepada kulit bumi di dasar samudera, terutama pada pantai
benua. Tekanan ini mengakibatkan gempa. Gempa ini diperkuat lagi oleh
gunung-gunung yang meletus kemudian secara beruntun dan menimbulkan
gelombang tsunami yang dahsyat. Santos menamakannya Heinrich Events.
Dalam usaha mengemukakan pendapat mendasarkan kepada sejarah dunia,
tampak Plato telah melakukan dua kekhilafan, pertama mengenai
bentuk/posisi bumi yang katanya datar. Kedua, mengenai letak benua
Atlantis yang katanya berada di Samudera Atlantik yang ditentang oleh
Santos. Penelitian militer Amerika Serikat di wilayah Atlantik
terbukti tidak berhasil menemukan bekas-bekas benua yang hilang itu.
Oleh karena itu tidaklah semena-mena ada peribahasa yang berkata,
“Amicus Plato, sed magis amica veritas.” Artinya,”Saya senang kepada
Plato tetapi saya lebih senang kepada kebenaran.”
Namun, ada beberapa keadaan masa kini yang antara Plato dan Santos
sependapat. Yakni pertama, bahwa lokasi benua yang tenggelam itu
adalah Atlantis dan oleh Santos dipastikan sebagai wilayah Republik
Indonesia. Kedua, jumlah atau panjangnya mata rantai gunung berapi di
Indonesia. Di antaranya ialah Kerinci, Talang, Krakatoa, Malabar,
Galunggung, Pangrango, Merapi, Merbabu, Semeru, Bromo, Agung, Rinjani.
Sebagian dari gunung itu telah atau sedang aktif kembali.
Ketiga, soal semburan lumpur akibat letusan gunung berapi yang abunya
tercampur air laut menjadi lumpur. Endapan lumpur di laut ini kemudian
meresap ke dalam tanah di daratan. Lumpur panas ini tercampur dengan
gas-gas alam yang merupakan impossible barrier of mud (hambatan lumpur
yang tidak bisa dilalui), atau in navigable (tidak dapat dilalui),
tidak bisa ditembus atau dimasuki. Dalam kasus di Sidoarjo, pernah
dilakukan remote sensing, penginderaan jauh, yang menunjukkan adanya
sistim kanalisasi di wilayah tersebut. Ada kemungkinan kanalisasi itu
bekas penyaluran semburan lumpur panas dari masa yang lampau.
Bahwa Indonesia adalah wilayah yang dianggap sebagai ahli waris
Atlantis, tentu harus membuat kita bersyukur. Membuat kita tidak
rendah diri di dalam pergaulan internasional, sebab Atlantis pada
masanya ialah pusat peradaban dunia. Namun sebagai wilayah yang rawan
bencana, sebagaimana telah dialami oleh Atlantis itu, sudah saatnya
kita belajar dari sejarah dan memanfaatkan perkembangan ilmu
pengetahuan mutakhir untuk dapat mengatasinya. ***
Penulis, Direktur Kehormatan International Institute of Space Law
(IISL), Paris-Prancis
the true history of atlantis
TEMUAN CANGGIH PENINGGALAN PERADABAN ATLANTIS & LEMURIA
Piri Reis Map ( PHOTO DETAIL BUMI PURBAKALA DARI ANGKASA) gimana caranya?
Istana Taifurkhafi di Istanbul,Turki, tersimpan selembar peta kuno yang
sangat unik. Peta kuno yang terbuat dari bahan kulit rusa (Gazelle skin)
ini ditemukan pada awal abad ke-18 , sekilas jika dilihat mungkin
hanyalah merupakan selembar replika peta daratan dimasa masa lalu.
Dalam peta tersebut, hanya kawasan Laut Tengah yang tergambar secara
persis, sedangkan kawasan lainnya, seperti benua Amerika dan benua
Afrika tergambar sangat berbeda.
Kemudian, di saat para ilmuwan menelitinya dengan lebih lanjut, hasil
yang diperoleh sangat mengejutkan, karena ternyata peta kuno ini
sebenarnya adalah gambar pandangan udara dari atas angkasa yang sangat
detail dan terperinci.
Jika disandingkan dengan gambar yang diambil dari pesawat Apollo 8, maka peta kuno Turki ini bagaikan fotokopinya.
Gambar perubahan garis besar pada benua Amerika dan Afrika di peta kuno
tsb, sesuai dengan gambar yang diambil melalui pesawat Apollo 8.
Dan yang lebih menakjubkan lagi adalah, bahwa peta kuno itu melukiskan
bentuk rumit permukaan bumi kutub selatan yang tertutup lapisan es
tebal, tidak ada perbedaan sedikit pun dengan hasil gambar pemetaan
menggunakan fatometer yang dilakukan oleh tim eksplorasi kutub selatan
pada tahun 1952 yang mengadakan penyelidikan keadaan bumi di bawah
lapisan es.
Lalu siapakah pada masa purbakala yang sudah menguasai teknologi tinggi pemotretan melalui angkasa luar?
Dari penemuan peta kuno ini menjadi suatu bukti akan kemajuan
pengetahuan ilmu astronomi peradaban masa silam yang sampai detik inipun
belum bisa dikuasai oleh manusia-manusia zaman sekarang yang notabene
mungkin mempunyai peralatan yang lebih canggih dari mereka.
Studi lebih lanjut mengatakan mungkin mereka telah dapat menciptakan
suatu trobosan teknologi yang luar biasa pada masa itu,seperti telah
melakukan penjelajahan luar angkasa dan pendaratan diplanet lain.Apalagi
hal tersebut didukung oleh beberapa penemuan artifak2 kuno yang
menggambarkan beberapa gambaran imajinasi astronot2 pada masa silam.
Lalu,mungkinkah nenek moyang kita sudah ada yang bermigrasi dan menetap
diplanet-planet lain yang memiliki karakteristik mirip dengan bumi yang
pada saat mungkin belum dapat ditemukan keberadaannya oleh para astronom
kita?
 |
| Val Comonica, Italy, c. 10,000 BC |
Jikalau benar demikian,apakah ada benarnya juga kisah mengenai bangsa
Lemuria yang dikisahkan sebagain penduduknya banyak yang bermigrasi
keluar dari Bumi untuk mencari tempat tinggal baru diplanet lain ketika
diambang kekalahannya dengan bangsa Atlantis pada dahulu
kala?wallahualam bi sahawab.
Sumber :
(Source : "Buku Himpunan Peradaban Prasejarah")
"atlantis & Lemuria" karangan Frank Joseph (english ver)
Dypta